Begini Definisi e-Procurement Menurut Ahli

 

 

 

katalog elektronikProcurement bisa dilakukan secara digital. Tentunya ini akan mempermudah semua sistem pengadaan barang dan jasa. Nah sebenarnya apa itu procurement elektronik? Begini definisinya menurut para ahli.

 

Definisi e-Procurement Menurut Para Ahli

 

Efraim Turban, seorang profesor di bidang Sistem Informasi di California State University. Ia juga merupakan seorang penulis buku Information Technology for Management. Turban mengemukakan bahwa e-Procurement adalah suatu sistem pengadaan barang dan jasa yang dilakukan oleh perusahaan secara elektronik.

 

Sementara itu, Dave Chaffey juga mengungkapkan definisi e-Procurement. Dalam bukunya yang berjudul E-business and E-commerce Management: Strategy, Implementation, and Practice, Dave Chaffey merupakan seorang konsultan bisnis, Ia adalah sosok yang merangkap sebagai dosen lepas di University of Warwick.

 

Dave Chaffey menjelaskan bahwa e-procurement adalah integrasi dan pengelolaan elektronik terhadap segala aktivitas yang terkait dengan pengadaan. Hal ini juga tak terbatas pada permintaan terkait pembelian, pemesanan, pengiriman, hingga pembayaran antara perusahaan sebagai pembeli dan vendor sebagai supplier.

 

Dari kedua pendapat ahli tersebut, bisa Anda simpulkan bahwa sistem pengadaan elektronik dilakukan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi. Dengan begitu, teknologi ini digunakan untuk melakukan olah data, penyimpanan, hingga pencatatan yang bisa digunakan untuk penyusunan laporan.

 

Mengenal Sistem Procurement Secara Umum

 

Sebelum membahas mengenai software procurement dan pengadaan barang secara digital, Anda perlu mengenal terlebih dahulu procurement itu sendiri. Ini merupakan proses pembelian barang yang dibutuhkan untuk bisnis sebuah perusahaan. Proses procurement sendiri terdiri atas berbagai bagian seperti pemesanan, pemilihan vendor, transaksi pembayaran, kontrak hingga sampai urusan refund.

 

Jika semua proses ini dilakukan secara manual, tentunya procurement membutuhkan koordinasi dari para pekerja atau karyawan. Divisi procurement harus mengurus dan merekap semua berkas yang dibutuhkan. Beberapa jenis procurement yang dibutuhkan antara lain purchase order, surat kontrak, surat penerimaan barang hingga invoice. Inilah yang menjadi faktor kelemahan dari procurement konvensional.

 

Dokumen pendukung yang Anda butuhkan cukup banyak. Belum lagi ada risiko pemesanan yang berulang hingga data inventaris yang kurang akurat karena kesalahan input. Padahal proses procurement harus diawasi dengan tepat supaya bisa membantu perusahaan lebih efisien dan juga efektif. Lalu bagaimana dengan e-procurement?

 

Sesuai dengan namanya, nantinya semua proses akan menggunakan software procurement. Di dalamnya akan membantu divisi tersebut melakukan proses procurement. Pemakaian kertas untuk dokumen sudah tidak banyak lagi dipakai. Prosesnya juga cenderung cepat dan tidak akan banyak terjadi kesalahan.

 

 

Leave a Comment